Skip to main content

Godzilla II: King of The Monsters Jelek? Ini Review Saya!

Pagi ini tanggal 29 Mei 2019 bertepatan dengan tayang perdana film Godzilla II: King of The Monsters, saya udah dapat bocoran dari beberapa blog reviewer luar negeri yang bilang bahwa filmnya mengecewakan.

Karena itu saya gak pasang ekspektasi tinggi nontonnya juga. Tapi ternyata selera orang gak sama, karena menurut saya film ini lumayan bagus, bahkan lebih seru dari film Godzilla yang pertama yang tayang tahun 2014.

Untuk plot sendiri memang gak istimewa tapi dibilang jelek sih nggak kalo menurut saya ya. Di awal-awal film memang ada beberapa adegan yang agak mengganggu buat saya karena kameranya pake shaky cam sehingga adegannya jadi goyang-goyang, dan bagi saya itu malah bikin pusing ngeliatnya.

Filmnya sendiri berlangsung dalam tempo cepat, bisa dibilang udah ngegas dari awal. Memang ada dialog-dialog yang sepertinya gak perlu dan membosankan terutama dialog drama keluarga, tapi segera ketutup oleh adegan menegangkan yang menyusul kemudian.

Rodan 2019

Dari sisi CGI, yang keren menurut saya adalah tampilan visual Mothra dan Rodan. CGI nya mantab jiwah, kalo Ghidorah malah berasa biasa aja, Godzilla juga gak jauh beda tampilannya dengan film pertamanya kecuali pada saat dia berubah jadi Burning Godzilla, tapi itupun gak terlalu wah menurut saya.

Ada banyak monster yang muncul di film ini sebagai figuran,  tapi yang dititikberatkan jelas hanya Godzilla, Ghidorah, Mothra, dan Rodan.

Yang jadi kejutan menurut saya adalah karena film ini menampilkan Godzilla theme klasik yang diaransemen ulang oleh Bear McCreary menjadi lebih megah dan dipasang di adegan yang tepat yaitu saat Godzilla bangkit dengan kekuatan baru, sehingga bagi saya yang ingat sekali musik tema klasik dari film Godzilla Jepang jaman dulu, itu adalah momen nostalgia yang membuat saya terharu.

Silahkan klik video di bawah ini untuk mendengarkan Godzilla Theme 2019.


Selain itu suara raungan klasik Godzilla jadul juga muncul di beberapa adegan. Untuk itu saya acungkan jempol untuk diselipkannya musik dan raungan klasik yang mengingatkan nostalgia masa kecil ini.

Kalaupun ada yang kurang dari pilem ini menurut saya adalah porsi pertarungan monsternya aja yang kurang banyak dan kurang detail, karena kebanyakan berlangsung di malam hari saat suasana gelap, dan pemandangannya agak tertutup oleh angin badai. Ini membuat pertarungannya kadang agak gak jelas dan gak terlalu kelihatan. Selain itu menurut saya porsi fight scene untuk Rodan dan Mothra terlalu sedikit. Juga gak ada adegan khusus Godzilla lawan Rodan.

Tapi sebenernya kalo anda udah lihat semua trailernya di youtube, maka keseluruhan jalan cerita film ini terutama endingnya akan bisa ditebak dengan mudah. Bahkan semua adegan monster fight di trailer pertama sampe final trailer bisa dibilang nyaris udah mewakili keseluruhan adegan pertarungan dalam film ini wkwkwk.



Film ini gak ada adegan ciuman, gak ada adegan darah muncrat, gak ada adegan sadis banget, jadi bisa dibilang aman untuk bawa anak kecil nonton. Paling anak-anak akan banyak nanya ini itu aja karena gak ngerti jalan ceritanya.

Ada dua post credit scene di film ini, jadi buat anda yang belum nonton, nanti jangan buru-buru beranjak dari kursi setelah film selesai ya. Ada referensi tentang monsterverse dan yang mengarah ke film berikutnya yaitu Godzilla VS Kong.

Oya, jangan berharap Ultraman akan muncul menyelamatkan dunia di film ini karena ini adalah film Godzilla, bukan Ultramen :v

Overall, saya kasih rating 8/10 untuk film ini. Cukup memuaskan sebagai hiburan dan best monster fight movie of the year. Walaupun ya itu tadi, adegan pertarungannya kurang banyak dan kurang detail sehingga seringkali pertarungan para monster tersebut terasa hanya menjadi adegan bekgron di sela-sela hiruk pikuknya drama para manusianya.

Jadi apakah layak tonton?

Kalo saya sih yes, gak tau kalo Mas Anang.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Daffa Roihan: Konsultan Spiritual dan Life Coach di Jakarta

Di tengah kesibukan perkotaan Jakarta yang sering kali membuat orang merasa terjebak dalam rutinitas dan tekanan hidup, kebutuhan akan bimbingan spiritual dan kehidupan semakin meningkat. Dalam perjalanan mencari makna hidup dan kebahagiaan, banyak yang berbalik kepada konsultan spiritual dan life coach untuk mendapatkan pandangan yang lebih dalam dan bimbingan yang memotivasi. Salah satu figur yang menjadi sorotan dalam dunia konsultasi spiritual dan life coaching di Jakarta adalah Daffa Roihan . Sebagai seorang yang telah berdedikasi untuk membantu individu mencapai kedamaian batin dan keberhasilan dalam kehidupan mereka, Daffa Roihan telah menjadi figur yang dihormati dan dicari oleh banyak orang. Latar Belakang dan Perjalanan Karir Daffa Roihan lahir dan dibesarkan di Jakarta, Indonesia. Kecintaannya terhadap ilmu spiritual dan pengembangan diri dimulai sejak usia muda. Dia menyadari bahwa kebahagiaan sejati dan pencapaian maksimal dalam kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kesuks...

Aku Suka Jengkol - Rockgenic

Avengers: Endgame Bagus Banget Tapi Saya Sedikit Kecewa

PERHATIAN! ARTIKEL INI MENGANDUNG SPOILER! JIKA ANDA BELUM NONTON AVENGERS: ENDGAME, SEBAIKNYA TIDAK LANJUT MEMBACA. Kita baru saja melewati euforia film Avengers: Endgame, yang menjadi penutup dari 22 film MCU sejak tahun 2008 yang dimulai dengan Iron Man. Saya sangat excited menanti film ini setelah setahun lamanya sejak Infinity War. Nunggu film ini tayang rasanya lamaaa banget. Tapi bayar THR karyawan kayaknya cepeeet banget, perasaan baru kemarin bayar THR sekarang udah harus bayar THR lagi wkwkwk. Makanya ketika ada pengumuman tiket presale, saya pun langsung pesan untuk nonton di theater CGV Paskal 23 Bandung yang dekat dari lokasi tempat saya dan istri jualan jengkol. Meskipun waktu itu spoiler sudah bertebaran karena adanya leaked footage dan leaked plot , tapi tak menyurutkan semangat untuk tetap nonton filmnya. Dan ketika tiba saatnya nonton, rasanya hati berbunga-bunga, belum pernah saya sesemangat ini nonton film. Setelah selesai nonton, saya akui saya harus ...